MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN SEJATI

Standard

Contoh Khotbah:
Oleh : Ermin Mosooli

Renungan : Matius: 11 : 28 – 30.
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,
karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

——————————————–

Kebahagiaan mungkin merupakan hal yang paling dicari banyak orang. Mereka berusaha memiliki banyak harta, popularitas, jabatan, dsb, yang harapannya dengan itu mereka akan merasa bahagia. Hidup tanpa hambatan dan masalah, selalu penuh hal-hal yang manis dan menyenangkan hati.

Namun ironisnya, setelah melalui banyak perjuangan, ternyata banyak orang tetap tak merasakan apa yang mereka sebut dengan kebahagiaan.

Mengapa bisa demikian? Paling tidak ada 3 hal yang menjadi penyebab.

Sebab pertama, banyak orang yang salah mendefinisikan kebahagiaan. Mereka mengira bahwa kebahagiaan adalah hidup tanpa masalah, tanpa hambatan, selalu penuh dengan hal-hal yang manis.

Sebab kedua, mereka mengira bahwa kebahagiaan diberikan oleh sesuatu dari luar diri sendiri. Misalnya oleh harta kekayaan, pasangan hidup, popularitas, dsb.

Sebab ketiga, mereka mengira bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang terjadi secara otomatis.

Mari kita belajar kepada Firman Tuhan dalam Matius: 11 : 28 – 30, yang menurut hemat saya, memberikan konsep mendasar mengenai kebahagiaan hidup yang sejati.

Pertama, kebahagiaan adalah kelegaan dan ketenangan jiwa

Dalam bacaan ini ada orang yang disebut Yesus sebagai orang yang letih lesu dan berbeban berat. Ini adalah aspek psikis: yaitu emosi, perasaan, atau jiwa yang bermasalah, yang dilanda atau dibelenggu oleh kemarahan, kesedihan, kekecewaan, sakit hati, malu, ketakutan, keputusasaan, dan hal-hal negatif lainnya. Inilah ketidakbahagiaan.

Yesus mengatakan kepada orang-orang yang merasa letih lesu dan berbeban berat itu: “Aku akan memberikan kelegaan kepadamu … dan jiwamu akan mendapatkan ketenangan.”

Kelegaan dan ketenangan jiwa, itulah obat untuk yang menyembuhkan seseorang dari rasa letih lesu dan berbeban berat. Jadi, arti sesungguhnya dari kebahagiaan adalah jiwa yang lega dan tenang, bebas dari rasa letih lesu dan berbeban berat.

Apakah ini berarti bahwa Yesus akan membuat hidup kita tanpa masalah? Tentu saja tidak. Yang Yesus berikan adalah kekuatan jiwa untuk tetap lega dan tenang meskipun berada di dalam berbagai persoalan hidup.

Artinya, meskipun banyak masalah, bahkan meskipun masalah itu datang bertubi-tubi, kita akan mampu mengatasi rasa takut, malu, cemas, kuatir, bimbang, putus asa, marah, kecewa, sakit hati, dll, yang muncul, sehingga kita tetap merasa lega dan tenang.

Kebahagiaan yang seperti ini adalah kebahagiaan yang sejati, karena sifatnya permanen di dalam diri kita, selalu ada setiap saat.

Kedua, kebahagiaan sejati ada pada Tuhan.

Yesus katakan: “Marilah kepadaKu…”. Kebahagiaan sejati hanya ada pada Tuhan, sebab Dialah yang memiliki semua jawaban dan jalan keluar yang kita butuhkan atas semua persoalan hidup yang kita hadapi.

Jawaban Tuhan tersebut ada di dalam FirmanNya. Bila kita dilanda ketakutan terhadap kematian, Firman Tuhan menyediakan jawaban yang akan menenangkan jiwa kita. Bila di kita dilanda sakit hati akibat ulah orang lain, Firman Tuhan juga sudah menyediakan jawabannya, dst.

Melalui pendalaman tentang Firman Tuhan dan kesetiaan untuk melakukannya dalam kehidupan kita setiap saat, maka kebahagiaan sejati akan nyata di dalam hidup kita.

Ketiga, kebahagiaan sejati harus diusahakan

Meskipun kita berdoa dengan bercucurkan air mata darah memohon Tuhan mengadakan mujizat atas kehidupan kita, belum tentu bisa terjadi. Yesus katakan: “Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah kepadaku”. Harus ada yang dilakukan.

Kuk adalah palang kayu dengan jepitan vertikal yang memisahkan kedua binatang penarik sehingga bersama-sama dapat menarik beban berat, biasanya untuk membajak sawah. Seekor binatang yang memikul kuk, terikat dengan binatang lainnya yang memikul kuk yang sama secara bersama-sama. Mereka akan bekerja sama untuk mengerjakan sesuatu dan memikul beban yang sama.

Ketika Yesus mengatakan “pikullah kuk yang kupasang” berarti Dia akan memikulnya bersama dengan kita. Kita memikulnya di salah satu sisi, dan Yesus memikulnya di sisi yang lain.

Ajakan Yesus berikut: “belajarlah kepadaKu,” berarti kita akan melangkah mengikuti langkah yang diayunNya. Jika Dia ke kanan, maka kita harus ke kanan. Jika Dia berhenti, kita juga harus berhenti, dst. Kita tidak akan mungkin jatuh selama ini kita terikat satu kuk dengan Yesus.

KataNya lagi “Aku ini lemah lembut dan rendah hati”. Ia akan menjadi guru yang sangat pengertian dan nyaman untuk belajar. Ia bisa dipercaya. Ia mengerti persoalan dan kesulitan orang yang di sebelahnya. Ia akan menuntun dengan sabar hingga kita mencapai kelegaan dan ketenangan jiwa.

Untuk itu, berati kita harus percaya sepenuhnya padaNya, pada apa yang diajarkanNya dan apa yang Ia ingin kita lakukan.

Keempat, kebahagiaan sejati tidak sulit untuk diperoleh

Yesus katakan “…bebanku pun ringan”. Ketidakbahagiaan adalah beban kehidupan. Kuk juga adalah sebuah beban. Tetapi kuk yang dipasang oleh Tuhan itu jauh lebih ringan dari persoalan kehidupan kita, dan pasti bisa dipikul.

Kemarahan dan sakit adalah beban yang berat. Tidak jarang bisa membuat seseorang membunuh orang lain, hidup tersiksa dalam dendam berkepanjangan, dst. Untuk mengatasinya, Yesus memikulkan sebuah beban kepada kita, yaitu: “ampunilah orang itu”.

Lebih mudah, bukan? Kita tidak perlu terpuruk dalam kemarahan dan sakit hati, serta dendam berkepanjangan. Tidak perlu melakukan sesuatu yang bisa menimbulkan masalah baru yang lebih besar, juga tidak perlu menghabiskan energi untuk merencanakan pembalasan. Semuanya akan selesai dalam sekejap dengan “pengampunan”.

Selamat berjuang bersama Yesus, niscaya kebahagiaan sejati akan menjadi milik Anda. Amin!

————————–

Dapatkan seri kumpulan khotbah: “8 KHOTBAH BERTEMA KEBAHAGIAAN
Klik gambar di bawah untuk melihat detilnya.
cover - 2rA

KLIK “DI SINI” UNTUK MENGUNJUNGI HALAMAN EBOOK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s